Selasa, 03 Januari 2017

Perbandingan tiga Negara di Asia

          Nama : Nabhila Ayu Azzahra
          NPM  : 17114701
          Kelas  : 3KA30


PERBANDINGAN TIGA NEGARA DI ASIA DALAM  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Asia masih sangat muda dan segar dalam hal teknologi, jadi ekosistem teknologi di benua ini baru saja terbentuk. Secara ekonomi, Asia baru bertumbuh cepat sejak beberapa dekade lalu. Sedangkan di barat, ekosistem ini telah dibangun sejak lama dan kita telah mengetahui beberapa nama besar dan wilayah penting seperti Silicon Valley, New York, London, Paris, dan lainnya. Siapa yang tahu Asia? Benua ini sangat besar, dan sulit untuk memutuskan di mana harus memulai mempelajari benua ini. Jadi, kami bertemu dan berbincang dengan blogger, investor, dan entrepreneur di seluruh Asia untuk meminta mereka berbagi sedikit tentang ekosistem startup di kota dan negara mereka masing-masing. Dan berikut adalah 11 ekosistem startup di seluruh Asia.
1.       Singapura.
2.       Tokyo, Jepang.
4.       Kuala Lumpur, Malaysia.
5.       Taipei, Taiwan.
6.       Hong Kong, China.
7.        Seoul, Korea Selatan.
8.        Jakarta, Indonesia.
9.       Bangkok, Thailand.

Tetapi saya akan membandingnya 3 Negara di Asia dalam perkembangan Teknologi. Sebagai berikut :
1.      Singapura
Singapura adalah tujuan pertama di Asia bagi sebagian besar orang barat. Negara ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk hidup di dunia dan diperkirakan akan menyalip Swiss sebagai negara pinggir laut terkaya pada tahun 2020. Dengan kata lain, Singapura adalah negara kaya dan mempunyai infrastruktur bagus termasuk sistem pemerintahan, hukum, dan keuangan yang stabil, bersih, dan efisien, ditambah lagi dengan adanya jaringan transportasi dan IT yang solid, tenaga kerja yang terdidik, masyarakat multikultural yang mampu berbahasa Inggris, dan masih banyak lagi. Meski Singapura mempunyai populasi kecil yaitu hanya lima juta orang, negara ini memiliki tingkat penetrasi internet, mobile, dan smartphone yang kuat, dengan memiliki ARPU sebesar USD 40, dan pasar e-commerce yang bernilai USD 2 miliar dan terus bertumbuh.
Singapura mungkin memiliki ekosistem startup yang paling berkembang di Asia, dengan munculnya banyak startup pada berbagai tahap. Negara ini juga mempunyai akselerator yang sangat aktif seperti JFDI dan banyak pendanaan awal dialirkan sebagai bagian dari skema pendanaan NRF TIS dari pemerintah. Selain itu, ada banyak angel investor seperti co-founder Skype Toivo Annus (yang telah berinvestasi di startup Singapura seperti Coda, Luxola, Redmart, Referral Candy, ADZ, dan Garena).
Singapura adalah titik berkumpulnya startup di Asia dan menjadi launchpad bagi entrepreneur lokal dan juga entrepreneur asing untuk membangun bisnis di negara ini. Singapura memiliki banyak perusahaan lokal (SGCarMart, HungryGoWhere, dll) dan internasional (JobsCentral, Brandtology, TenCube, dll.) yang sudah exit dalam beberapa tahun terakhir, dan juga perusahaan yang sedang berkembang seperti PropertyGuru dan Reebonz.
Meskipun demikian, potensi Singapura sebagai pusat startup di Asia Tenggara terancam oleh aturan imigrasi yang ketat, birokrasi pemerintahan yang terlalu tegas, dan xenophobia yang dialami masyarakatnya. Apalagi dengan munculnya kota-kota terdekat dengan talenta dan pasar domestik yang besar, Singapura harus lebih agresif dan berani mengambil risiko untuk memperkuat posisinya sebagai kota startup.

2.      Tokyo, Jepang
Jepang merupakan salah satu pasar yang cukup ‘dewasa’ dan berpengaruh di kawasan ini. Pusat segala aktivitasnya berada di Tokyo. Tapi masa dimana perusahaan besar seperti Hitachi, Sony, Fujitsu, and Panasonic muncul sebagai bintang baru telah berlalu, dan sekarang banyak muncul perusahaan baru seperti GREE, DeNA, dan Rakuten yang mulai berpengaruh dan bergerak secara global. Kalau kalian ingin mendapatkan gambaran singkat ekosistem startup Jepang, silakan kunjungi situs rekan kami di TheBridge dan Anda akan melihat ekosistem bisnis, VC, dan inkubator yang segar.
Selain kesuksesan besar dari startupnya, sistem pendidikan di Jepang sangat mendukung, dengan adanya inkubator seperti Open Network Lab. Anda dapat melihat daftar lengkap inkubator dan akselerator di Jepang.
Di sisi lain, masalah yang dihadapi startup Jepang cukup sulit: kultur yang berisiko rendah, harga sewa yang mahal, dan ekosistem yang kecil. Tapi terlepas dari hal ini, Jepang mendapat kesuksesan besar dan pemerintahnya sangat mendukung startup dengan membantu menyediakan inkubator yang jumlahnya sekitar 300 di seluruh negara ini.

3.      Beijing dan Shanghai, China
China mungkin mempunyai industri web yang mapan, tapi negara tersebut masih sulit dijamah untuk startup China. Tidak seperti Singapura, pemerintah China kurang mendukung ekosistem startup, dan terdapat banyak perusahaan web di sana yang dengan mudah dan cepat bisa meniru produk utama para startup. Bahkan, lebih besar kemungkinan startup Anda ditiru daripada diakuisisi. Saat ini, aplikasi pemesanan taksi sedang bermunculan – tapi kemudian otoritas mulai mengatur atau bahkan melarang aplikasi ini di beberapa kota. Apa lagi yang startup bisa lakukan? Tidak ada.
Sisi baiknya, ada ekosistem startup yang luar biasa mulai dari startup tahap ide hingga yang sudah memiliki pendanaan besar. Acara startup seperti Startup Weekend dan Barcamp sangat sering diselenggarakan di kota seperti Beijing, Shenzhen, dan Shanghai. Akan bagus jika kompetisi startup juga diselenggarakan (seperti TechCrunch Disrupt atau acara Startup Asia kami) untuk memberi startup lokal dorongan visibilitas, seperti dorongan finansial untuk pemenang. Acara tahunan GMIC Beijing sudah melakukan hal ini, tapi lebih banyak presentasi dan kompetisi tentunya akan semakin bagus.
Terkait pendanaan, banyak pihak yang tertarik untuk melakukan investasi di China. Bidang e-commerce tampaknya mendapat ketertarikan yang terbesar, dengan banyaknya perusahaan seperti Sequoia Ventures, GGV Capital, hingga Bluerun Ventures dari California tertarik pada e-store yang inovatif. Ranah sosial menjadi area yang paling sulit – sulit untuk dimonetasi tapi mudah untuk ditiru – bagi semua orang (kecuali beberapa orang yang beruntung). Dengan nilai e-commerce di China yang mencapai USD 177 miliar pada tahun 2013, tidak heran jika banyak startup yang ingin mencoba ranah bisnis negara ini.
Terkait inkubasi dan akselerasi, Innovation Works yang didirikan oleh Lee Kaifu adalah yang terbesar, dengan menginkubasi lebih dari 50 startup yang diperkirakan berharga senilai lebih dari USD 600 juta.
Innovation Works dapat memberikan pendanaan seri A dan juga pendanaan tahap awal. Selain itu, ada Tisiwi di Hangzhou, dan Chinaccelerator di Dalian.

            KESIMPULAN :
Di Negara Asia perkembangan teknologi sudah maju begitu pesat, dari ketiga Negara di Asia Singapura, Jepang dan China memiliki tingkat perkembangan teknologi yang berbeda. Di Negara Singapura mempunyai populasi kecil yaitu hanya lima juta orang, negara ini memiliki tingkat penetrasi internet, mobile, dan smartphone yang kuat, dengan memiliki ARPU sebesar USD 40, dan pasar e-commerce yang bernilai USD 2 miliar dan terus bertumbuh. Pada Negara Jepang, memiliki perusahaan besar seperti Hitachi, Sony, Fujitsu, and Panasonic muncul sebagai bintang baru telah berlalu, dan sekarang banyak muncul perusahaan baru seperti GREE, DeNA, dan Rakuten yang mulai berpengaruh dan bergerak secara global. Sedangkan di Negara China terdapat Bidang e-commerce yang  tampaknya mendapat ketertarikan yang terbesar, dengan banyaknya perusahaan seperti Sequoia Ventures, GGV Capital, hingga Bluerun Ventures dari California tertarik pada e-store yang inovatif.



Jumat, 25 November 2016

Teknologi Sistem Cerdas



            Nama : Nabhila Ayu Azzahra
            NPM   : 17114701
            Kelas  : 3KA30

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM CERDAS

Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game. 'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya.
Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia (Rich and Knight [1991]).
AI adalah tingkah-laku mesin yang bila dilakukan mahluk hidup dinamai kecerdasan. AI adalah ilmu atau rekayasa dari pembuatan mesin cerdas, misal program komputer cerdas.
Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan (Encyclopedia Britannica).
Adapun kelebihan dan kekurangan system cerdas dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut :
Kelebihan Artificial Intelligence :
a.       Kemampuan menyimpan data yang tidak terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan). 
b.      Memiliki ketepatan dan kecepatan yang sangat akurat dalam system kerjanya
c.       Dapat digunakan kapan saja karena tanpa ada rasa lelah atau bosan
Kekurangan Artificial Intelligence :
a.       Teknologi artificial intelegensi tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut. Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia. 
b.      Kecerdasan yang ada pada artificial intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.

PANDANGAN SISTEM CERDAS UNTUK NEGARA INDONESIA

Menurut saya, Sistem Cerdas di Negara Indonesia sendiripun sudah maju dan berkembang, banyak yang sudah mengetahui atau bisa menggunakan teknologi system cerdas itu sendiri. Tetapi masih sering terjadi kesalahan dalam pemakaian. Perlu ditingkatkan lagi pengawasannya dan keamanannya, agar tidak disalahgunakan. Dan lebih di tingkatkan atau diperbaharui lagi, agar bisa lebih berkembang dan maju.

Sabtu, 12 November 2016

Klasifikasi Data Sekunder



METODE PENELITIAN
ARTIKEL KLASIFIKASI DATA SEKUNDER


Nama : Nabhila Ayu Azzahra
NPM   : 17114701
Kelas  : 3KA30
Dosen : M. Ridha Alfarabi Istiqlal


UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
PTA 2016/2017


KLASIFIKASI DATA SEKUNDER

           
Secondary Data
Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Pada umumnya data sekunder berupa bukti, catatan atau laporan historis yang tersusun dalam arsip data documenter yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan. Data sekunder terbagi dua yaitu :
1.      Internal
Klasifikasi yang didasarkan apabila penelitian dilakukan dalam suatu organisasi. Data sekunder dapat diperoleh dari dalam perusahaan, seperti data suatu proyek department store yang terdiri dari data penjualan lini produk, cara pembayaran, jumlah pembelian, dll.
2.      Eksternal  
Data eksternal biasanya tersimpan di perpustakaan umum, kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas. Data sekunder bisa didapatkan dari database computer yang bersumber dari online, internet maupun offline. Klasifikasi database computer terdiri dari :
a.      Material Publikasi yaitu mengenai bisnis umum yang diperoleh dari data statistic yang dihimpun, guides, directories dan index.
b.      Database Computer bersumber dari online, internet maupun secara offline. Lima klasifikasi database computer :
·         Database Bibliografi, dapat ditemukan dalam susunan kutipan dari artikel.
·         Database Numeric, database yang berisi informasi numeric dan statistic.
·         Full-text Database, database yang berisi dokumen terdiri dari text.
·         Database Direktori, database yang menyediakan informasi mengenai hal-hal individu (perorangan), organisasi dan suatu layanan.
·         Special-purpose Database,  database yang berisi informasi khusus yang memiliki focus tertentu.

Syndicated Services
            Syndicated services merupakan sebuah organisasi yang menyediakan data yang diperlukan. Misalnya, kita ingin mengetahui data demografi dari suatu populasi, seperti identitas customer, gender, status marital, age, dll. Atau bisa juga mengetahui data psikografi yang berupa hobby dari suatu populaso, misalnya syndicated services adalah Dun dan Bradstreet di USA.
Klasifikasi syndicated services didasarkan satuan pengukurannya, yaitu :
·         Household / consumer, dapat dilakukan oleh penghimpun survey, panel dan berdasarkan hasil scan media elektronik.
·         Institutions,  perusahaan retail whole-saler bisa menjadi suatu layanan sindikat karena mampu menyediakan data seperti data consumer.

KARAKTER DATA SEKUNDER
            Karakter dalam data sekunder adalah sebagai berikut :
a.       Waktu Keberlakuan : Jika saat dibutuhkan data sudah kadaluwarsa, maka data sebaiknya tidak digunakan untuk penelitian. Maksudnya, jika data sudah tidak update, maka sebaiknya kita mencari data yang baru sebagai bahan penelitian.
b.      Kesesuaian : Kesesuaian berhubungan dengan data yang digunakan untuk menjawab masalah yang sedang diteliti. Apabila data tidak sesuai dengan kesesuaian data apa yang kita pilih, maka akan sulit untuk menjawab masalah yang diteliti.
c.       Ketepatan : Data yang didapat mempengaruhi ketepatan data. Misalnya, kita mencari informasi suatu data dari sumber yang dapat dipercaya atau tidak dan adanya kebenaran dalam informasi suatu data tersebut.
d.      Biaya : Jika biaya jauh lebih besar dari manfaat data yang kita dapat, sebaiknya tidak perlu digunakan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DATA SEKUNDER    
            Pada dasarnya, data sekunder mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu sebagai berikut :
a.       Kelebihan Data Sekunder
·         Lebih hemat waktu dan biaya bagi periset: Apabila periset ingin mencari sebuah data atau informasi, maka periset hanya dapat ke perpustakaan atau mencari informasi lewat internet, karena biaya yang digunakan relative lebih murah dan waktu tidak terbuang banyak.
·         Data dapat dikembangkan oleh kemampuan periset.
·         Dapat membantu dalam merumuskan masalah dari informasi yang didapat.
·         Daya cakupnya berskala nasional dan internasional.

b.      Kekurangan Data Sekunder
·         Data sekunder jarang memenuhi tujuan penelitian, karena peredaran publikasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
·         Data yang dikumpulkan seringkali berbeda dengan tujuan yang sedang dilakukan.
·         Memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses antara pengumpulan data dan penerbitannya.

KEGUNAAN DATA SEKUNDER
            Data sekunder dapat digunakan dalam hal sebagai berikut :
a.      Pemahaman Masalah, digunakan sebagai pendukung untuk memahami masalah yang akan diteliti.
b.      Penjelasan Masalah, digunakan untuk memperjelas masalah yang akan diteliti agar menjadi lebih mudah bagi peneliti.
c.       Formulasi Alternative Penyelesaian Masalah, alternative yang digunakan untuk mendukung dalam penyelesaian masalah yang diteliti, dari beberapa informasi yang kita dapat masalah dapat lebih mudah untuk diselesaikan.
d.      Solusi Masalah, data sekunder dapat membantu mengembangkan masalah atau dapat memecahkan masalah dari informasi yang akan diteliti.