MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM
Perubahan dan Perkembangan Organisasi
Nama : Nabhila Ayu Azzahra
NPM : 17114701
Kelas : 2KA30
Dosen : Ibu Adelia Riana Dewi
UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
PTA 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan Makalah tentang Perubahan dan
Perkembangan Organisasi ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga saya berterima kasih kepada Ibu Adelia Riana Dewi, SE selaku Dosen mata
kuliah Teori Organisasi Umum yang telah memberikan tugas ini.
Saya sangat berharap tugas ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai teori
organisasi ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam tugas ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan tugas yang telah saya buat dimasa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga tugas sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun
ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
saya memohon kritik dan saran demi perbaikan di masa depan.
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………..
i
Daftar Isi …………………………………..
ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………….. 1
A. Latar Belakang ………………………………….. 1
B. Rumusan Masalah ………………………………….. 1
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Faktor
– Faktor Pengembangan Organisasi …………………………………..
2
B.
Proses
Perubahan ………………………………….. 3
C.
Ciri
– Ciri Pengembangan Organisasi …………………………………..
4
D.
Metode
Pengembangan Orgnisasi ………………………………….. 4
BAB III PENUTUP …………………………………..
7
A.
Kesimpulan …………………………………..
7
B.
Saran
…………………………………..
7
DAFTAR PUSTAKA ………………………………….
8
BAB I
PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang
Pengembangan Organisasi merupakan
program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan
mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan
tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin
perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan
praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas
yang lebih besar.
Para manajer dan staf ahli harus
bekerja dengan dan melalui orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka
dan PO dapat membantu mereka membentuk hubungan yang efektif di antara mereka.
Di dalam menghadapi akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan
untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi pada dasarnya
berbeda dengan berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara
terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru,
atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum
sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian
PO itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui
dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
II.
Rumusan Masalah
1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
4. Bagaimana metode pengembangan pada organisasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Faktor – Faktor
Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa
awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi
dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini
disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide,
nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun
tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi
menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di
hadapi.
Proses perubahan organisasi
adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran
pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian
sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua
faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
1.
Faktor Ekstern
Adalah penyebab perubahan yang berasal
dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive
terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang
sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang
kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena
lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang
termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan
peraturan pemerintah.
2.
Faktor Intern
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari
dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber
antara lain:
·
Problem
hubungan antar anggota
·
Problem
dalam proses kerja sama
·
Problem
keuangan
Hubungan
antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim
terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan
bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan
sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari
perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti
perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah
organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian
diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat
terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada
prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan
memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam
melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu
lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut.
Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
B.
Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat
menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di
luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata
urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan
perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian
yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu
organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini
merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu
organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
· Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap
organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada
berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di
luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi,
teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik
dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila
perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan
organisasi. Dampak bersifat positif
apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan
organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia
sebelumnya.
· Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifikasi adalah dampak
perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang
menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat
sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
· Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan
diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang
harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun
dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan
organisasi selanjutnya.
· Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa
perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera
menyusun strategi untuk mewujudkannya.
· Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari
perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila
hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap
organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
C.
Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang
kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur
organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru,
pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri.
Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
·
Merupakan
strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki
sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang
dihadapi oleh organisasi.
·
Merupakan
kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan
terjadi.
·
Menekankan
cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi
dan semua satuan kerja dalam organisasi.
·
Mengandung
nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
·
Menggunakan
pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi,
interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian
integral di suasana yang utuh.
·
Menggunakan
pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita
hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka
perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning
organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang
secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan
lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan
memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu
berubah.
D.
Metode
Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan
organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam
2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan
keterampilan dan sikap.
1.
Metode
Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau
Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki
secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat
dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode
pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam
yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik
survei.
·
Jaringan
manajerial
Jaringan manajerial atau kisi
manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan
organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert
Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat
efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan
seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik
terhadap produksi maupun terhadap orang.
·
Latihan Kepekaan
Merupakan latihan dalam kelompok. Oleh
karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang
dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap
hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan
bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional
dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
·
Pembentukan Tim
Merupakan salah satu metode
pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu
teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan
perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk
tim.
·
Umpan Balik
Survei
Adalah suatu metode yang berusaha
mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi
data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan
lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
2.
Metode
Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan
yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu
yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan
kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari
para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan
dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan
instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja
tiruan.
·
Latihan di
tempat kerja
Latihan kerja di tempat kerja yang
sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan
pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam
latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta
tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu
prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat
berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja.
Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang
apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
·
Latihan
instruksi kerja
Terdiri dari 3 macam yaitu Job
Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi
kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan
kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap
mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan
dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan
dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
·
Latihan di luar
tempat kerja
Merupakan latihan yang diadakan di luar
tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi
dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat
mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
·
Latihan di
tempat kerja tiruan
Adalah latihan yang diberikan pada
tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja
di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini
diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang
baik.
BAB III
PENUTUP
I.
KESIMPULAN
Pada hakikatnya perubahan terkadang perlu
terjadi didalam kehidupan berorganisasi. Perubahan perlu dilakukan dengan
tujuan agar organisasi tersebut dapat berkembang lebih baik.
Dengan pengalaman yang dimiliki oleh
suatu organisasi, mereka dapat menentukan tujuan – tujuan yang ingin dicapai
ketika perubahan pada orgnasasi tersebut dilakukan.
Pengembangan organisasi merupakan
proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan
tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang
optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.
Oleh karena itu dibutuhkan
perkembangan organisasi untuk mempertahankan kehidupan organisasi dalam
menghadapi persaingan dan organisasi masa depan yang tidak terlalu mementingkan
eksistensi sebuah organisasi.
II.
SARAN
Dengan makalah ini penulis berharap
agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan
organisasi di dalam kehidupan berorganisasi.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA