Selasa, 11 April 2017

Pengantar Inkscape



Nama   : Nabhila Ayu Azzahra
NPM   : 17114701
Kelas   : 3KA30

PENGANTAR INKSCAPE


DEFINISI SOFTWARE INKSCAPE
Inkscape adalah perangkat lunak (Software) pengolah vector yang sifatnya open source (Gratis) dibawah lisensi GNU GPL (GNU General Public License)  dan tujuan utamanya menjadi perangkat pengolah grafik vector yang memenuhi standar XML, SVG dan CSS. Inkscape sama seperti software Corel Draw, Adobe Illustrator dan lainnya, berbedanya Inkscape dengan Software lainnya adalah penggunaan SVG (Scalable Vector Graphics) yang sekarang memenuhi standar XML W3C.
            BAGIAN INKSCAPE
a.      Status Bar
Berfungsi untuk menampilkan informasi dan status dari Lembar kerja serta objek yang ada maupun yang sedang di buat. Seperti informasi warna objek, posisi, dan lainnya.
Description: Bagian - Bagian Inkscape

b.      Menu Bar
Bar Menu (baris menu), menampilkan daftar perintah yang bisa digunakan berupa menu, jika salah satu menu diklik maka akan keluar submenu lainnya. Terdiri dari beberapa pulldown menu yang berfungsi pada pengaturan umum inkscape.
Description: Bagian - Bagian Inkscape

c.       Tool Bar
Tool Box  berisi berbagai ikon untuk memudahkan dalam mengelola object yang akan dijadikan gambar, jika pada salah satu ikon pada Tool Box diklik maka secara otomatis ikon pada Tool Control akan berubah.
·         Selector Tool, Selector Tool digunakan untuk memilih, dan mengtur object pada Canvas dengan menggunakan mouse atau keyboard.
·         Node Tool, Penggunaan Node Tool sangat penting pada Inkscape dalam pengolahan Object yang berbentuk garis dan curva, terutama untuk memilih, mengolah, manipulasi  dan mengedit Path, karena paths normal lebih mudah jika diedit menggunakan Node Tool.
·         Tweak Tool, Tweak Tool digunakan untuk melakukan perubahan (modifikasi) kecil pada object, diantarnya untuk mengubah bentuk dan style (gaya) object, mengaburkan warna object, dan lain-lain. Object yang sudah dimodifikasi masih memiliki kemiripan dengan object asli.
·         Zoom Tool, Zoom Tool sangat berguna untuk melihat tampilan object pada canvas, sehingga mempermudah pekerjaan pada saat membuat dan mengolah object. Object pada canvas dapat di lihat dengan jelas dan detail dengan cara memperbesar (mendekatkan) object tersebut, begitupun sebaliknya.
·         Rectangle Tool, Rectangle Tool digunakan untuk membuat object persegi panjang, object persegi panjang dapat dimodifikasi secara langsung menjadi lingkaran.
·         3D box tool, 3D box tool dapat digunakan untuk membuat gambar tiga dimensi secara otomatis dengan cara menciptakan object perspektif dalam kotak 3D. Tool ini secara otomatis memastikan bahwa semua sisi kotak terletak pada garis perspektif yang sesuai.
·         Ellipse Tool, Ellipse Tool digunakan untuk menggambar object berbentuk lingkaran, elips, dan busur.
·         Star Tool, Star Tool dapat digunakan untuk menggambar object berbentuk Plygon dan Star (bintang). Penggunaan Star Tool dalam pembuatan object polygon dan star sangat mudah dilakukan layaknya membuat kotak dan lingkaran dengan menggunakan Rectangle Tool dan Ellipse Tool, bentuk object yang dibuat dapat di modifikasi menjadi bentuk lain dengan cara menyeret gagang atau titik pusat object, cara lainnya dengan memberi nilai angka tertentu di kotak isian pada Tool Control.
·         Spiral Tool, Spiral Tool dapat digunakan untuk menggambar object berbentuk Spiral.
·         Pensil Tool, Pensil Tool digunakan untuk membuat path atau garis, fungsi alat ini seperti pencil yang digunakan oleh para seniman untuk membuat sketsa pada lukisan.
·         Bezier With Pen Tool , Bezier Curves, digunakan untuk membuat garis lurus biasa dan membuat gambar simpul, selain untuk membuat garis lurus maupun lengkung Bezier Curves juga dapat digunakan untuk membuat object berbentuk persegi panjang, segitiga, setengah lingkaran, dan lain-lain.
·         Calligraphy Tool, Calligraphy Tool dapat digunakan untuk menggambar object berupa line atau garis kaligrafi dengan menggunakan alat khusus seolah-olah mengunakan pena seperti yang digunakan oleh para seniman. Garis yang dihasilkan berbeda dari yang dibuat menggunakan Pencil Tool dan Bezier Tool, object tersebut terdiri dari dua garis paralel yang posisinya hampir sejajar.
·         Text Tool, Text Tool digunakan untuk membuat tulisan pada proyek gambar yang sedang dibuat
·         Spray Tool, Spray Tool digunakan untuk menyalin dan menggandakan object, dengan cara menyemprotkan object yang sudah ada menjadi beberapa object dengan model dan bentuk yang sama.
·         Eraser Tool, Eraser Tool digunakan untuk menghapus dan memotong object yang sudah dibuat jika terjadi kesalahan.
·         Bucket Fill Tool, Digunakan untuk menambahkan warna dan menggandakan object dengan bentuk berbeda yang saling bertumpuk atau tumpang tindih, object yang di beri warna akan menjadi dua, object pertama adalah object asli sedangkan object kedua berubah bentuk dan warnanya.
·         Gradients Tool, Gradients digunakan untuk menambahkan dan memodifikasi warna pada bagian object sehingga satu buah object memiliki beberapa warna yang berbeda, gradients dapat di terapkan pada Fill dan Stroke.
·         Dropper Tool, Dropper Tool digunakan untuk mengubah atau mengisi warna suatu object dengan mengambil warna object lain, perubahan warna object dapat dilakukan pada Fill and Stroke secara terpisah (sendiri-sendiri) dengan cara berbeda. Perubahan warna akan mengubah nilai angka pada menu RGB.
·         Connector Tool, Connector digunakan untuk memberi garis antara object satu dan lainnya sehingga terhubung membentuk bagan atau diagram. Connector dapat atur secara otomatis agar saat salah satu object digeser tetap dapat terhubung, atau dapat juga di atur agar saat salah satu object di geser bisa terpisah atau tidak terhubung.
d.      Pallete
Berada di bagian bawah. Berisi pilihan warna yang bisa di gunakan untuk memberikan warna objek. Baik warna atau warna garis pinggir objek.

Description: Bagian - Bagian Inkscape

e.       Controls Bar
Berada setelah baris perintah. Terdapat ikon - ikon untuk memodifikasi objek yang sedang dibuat pada lembar kerja Inkscape, Misalnya : memutar objek mengatur ukuran/tata letak objek. Ikon pada Tool Controls Bar akan berubah otomatis ketika kita memilih Tools yang sedang kita gunakan untuk membuat/mengedit objek. 

Description: Bagian - Bagian Inkscape
   
f.       Command Bar
Command Bar, menampilkan ikon-ikon yang merupakan perintah utama dalam program Inkscape, seperti ikon membuat halaman baru, membuka  gambar yang sudah dibuat sebelumnya, menyimpan gambar, dan lain-lain
Description: Bagian - Bagian Inkscape


Referensi :

Minggu, 05 Maret 2017

Pengenalan Desain Grafis dan Animasi



            Nama   : Nabhila Ayu Azzahra
            NPM   : 17114701
            Kelas   : 3KA30

          TULISAN 1.
PENGENALAN DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI

1.      Definisi Desain Grafis dan Animasi
a.      Desain Grafis
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
b.      Animasi
Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeetwin dengan jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah - olah hidup ( bergerak ), seperti yang pernah kita lihat film - film kartun di televisi maupun dilayar lebar.

2.      Definisi Pixel, Resolusi, Garis dan Kurva, Hue
a.      Pixel
Suatu gambar yang ada di dalam komputer sesungguhnya adalah kumpulan dari ribuan titik yang sangat kecil dan tiap-tiap titik tersebut memiliki warna tertentu. Titik-titik itulah yang disebut pixel. Setiap pixel mempunyai satu warna dan bergabung dengan pixelpixel lainnya sehingga membentuk suatu pola dan menghasilkan gambar.
b.      Resolusi
Jumlah pixel per daerahnya disebut dengan resolusi. Resolusi itulah yang menentukan kualitas dari gambar. Jika suatu gambar diperbesar, maka resolusi gambar akan menjadi kecil dan gambar menjadi tidak tajam. Semakin tinggi resolusi gambar, maka akan semakin tinggi kemampuan perbesarannya.
c.       Garis dan Kurva
Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang, rangkaian masa dan warna.
Kurva adalah garis kurva atau garis melengkung memberi kesan kehalusan dan keanggunan.
d.      Hue
Hue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, kuning, hijau, coklat, ungu, jingga, dan warna lainnya. Perbedaan antara merah dengan biru, atau merah dengan kuning adalah perbedaan dalam.
 Hue yang biasanya sering kita sebut sebagai ‘warna’ dalam bahasa sehari-hari. Untuk pelukis, istilah ‘hue’ berarti kombinasi dari warna-warna dasar, dengan kata lain: merah, hijau, biru atau kuning (RGB). Sementara fotografer biasanya membayangkan hue sebagai satu warna tertentu.
Hue itu sendiri adalah salah satu sifat utama dari warna , yang didefinisikan secara teknis (dalam model CIECAM02), yang sejauh mana stimulus dapat digambarkan mirip atau berbeda dari rangsangan yang digambarkan sebagai merah, hijau , biru , dan kuning , " ( nuansa yang unik ) . Oranye dan ungu ( purple ) adalah warna lain , untuk keenam total warna, seperti dalam pelangi : merah, oranye , kuning , hijau , biru , ungu .

3.      Software untuk membuat Desain Grafis dan Animasi
a.      Desktop Publishing
·         Adobe Photoshop
·         CorelDRAW
·         ACDsee
·         Photoscape
·         Photoeditor
·         Adobe Illustrator
·         Adobe Indesign
·         Adobe Freehand
·         Adobe image ready
·         GIMP
b.      Webdesign
·         Adobe Dreamweaver
·         Adobe Photoshop
·         Microsoft Frontpage
·         Notepad
c.       Audiovisual
·         Microsoft Office Power Point
·         Adobe After Effect
·         Adobe Premier
·         Final Cut
·         Adobe Flash
·         Power Director
·         Magic Movie Edit Pro
d.      Rendering 3 Dimensi
·         3D StudioMax
·         Maya
·         AutoCad
·         Blender
·         Softimage
·         Light Wave
·         Google SketchUp

Referensi :

Selasa, 03 Januari 2017

Perbandingan tiga Negara di Asia

          Nama : Nabhila Ayu Azzahra
          NPM  : 17114701
          Kelas  : 3KA30


PERBANDINGAN TIGA NEGARA DI ASIA DALAM  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Asia masih sangat muda dan segar dalam hal teknologi, jadi ekosistem teknologi di benua ini baru saja terbentuk. Secara ekonomi, Asia baru bertumbuh cepat sejak beberapa dekade lalu. Sedangkan di barat, ekosistem ini telah dibangun sejak lama dan kita telah mengetahui beberapa nama besar dan wilayah penting seperti Silicon Valley, New York, London, Paris, dan lainnya. Siapa yang tahu Asia? Benua ini sangat besar, dan sulit untuk memutuskan di mana harus memulai mempelajari benua ini. Jadi, kami bertemu dan berbincang dengan blogger, investor, dan entrepreneur di seluruh Asia untuk meminta mereka berbagi sedikit tentang ekosistem startup di kota dan negara mereka masing-masing. Dan berikut adalah 11 ekosistem startup di seluruh Asia.
1.       Singapura.
2.       Tokyo, Jepang.
4.       Kuala Lumpur, Malaysia.
5.       Taipei, Taiwan.
6.       Hong Kong, China.
7.        Seoul, Korea Selatan.
8.        Jakarta, Indonesia.
9.       Bangkok, Thailand.

Tetapi saya akan membandingnya 3 Negara di Asia dalam perkembangan Teknologi. Sebagai berikut :
1.      Singapura
Singapura adalah tujuan pertama di Asia bagi sebagian besar orang barat. Negara ini sering disebut sebagai tempat terbaik untuk hidup di dunia dan diperkirakan akan menyalip Swiss sebagai negara pinggir laut terkaya pada tahun 2020. Dengan kata lain, Singapura adalah negara kaya dan mempunyai infrastruktur bagus termasuk sistem pemerintahan, hukum, dan keuangan yang stabil, bersih, dan efisien, ditambah lagi dengan adanya jaringan transportasi dan IT yang solid, tenaga kerja yang terdidik, masyarakat multikultural yang mampu berbahasa Inggris, dan masih banyak lagi. Meski Singapura mempunyai populasi kecil yaitu hanya lima juta orang, negara ini memiliki tingkat penetrasi internet, mobile, dan smartphone yang kuat, dengan memiliki ARPU sebesar USD 40, dan pasar e-commerce yang bernilai USD 2 miliar dan terus bertumbuh.
Singapura mungkin memiliki ekosistem startup yang paling berkembang di Asia, dengan munculnya banyak startup pada berbagai tahap. Negara ini juga mempunyai akselerator yang sangat aktif seperti JFDI dan banyak pendanaan awal dialirkan sebagai bagian dari skema pendanaan NRF TIS dari pemerintah. Selain itu, ada banyak angel investor seperti co-founder Skype Toivo Annus (yang telah berinvestasi di startup Singapura seperti Coda, Luxola, Redmart, Referral Candy, ADZ, dan Garena).
Singapura adalah titik berkumpulnya startup di Asia dan menjadi launchpad bagi entrepreneur lokal dan juga entrepreneur asing untuk membangun bisnis di negara ini. Singapura memiliki banyak perusahaan lokal (SGCarMart, HungryGoWhere, dll) dan internasional (JobsCentral, Brandtology, TenCube, dll.) yang sudah exit dalam beberapa tahun terakhir, dan juga perusahaan yang sedang berkembang seperti PropertyGuru dan Reebonz.
Meskipun demikian, potensi Singapura sebagai pusat startup di Asia Tenggara terancam oleh aturan imigrasi yang ketat, birokrasi pemerintahan yang terlalu tegas, dan xenophobia yang dialami masyarakatnya. Apalagi dengan munculnya kota-kota terdekat dengan talenta dan pasar domestik yang besar, Singapura harus lebih agresif dan berani mengambil risiko untuk memperkuat posisinya sebagai kota startup.

2.      Tokyo, Jepang
Jepang merupakan salah satu pasar yang cukup ‘dewasa’ dan berpengaruh di kawasan ini. Pusat segala aktivitasnya berada di Tokyo. Tapi masa dimana perusahaan besar seperti Hitachi, Sony, Fujitsu, and Panasonic muncul sebagai bintang baru telah berlalu, dan sekarang banyak muncul perusahaan baru seperti GREE, DeNA, dan Rakuten yang mulai berpengaruh dan bergerak secara global. Kalau kalian ingin mendapatkan gambaran singkat ekosistem startup Jepang, silakan kunjungi situs rekan kami di TheBridge dan Anda akan melihat ekosistem bisnis, VC, dan inkubator yang segar.
Selain kesuksesan besar dari startupnya, sistem pendidikan di Jepang sangat mendukung, dengan adanya inkubator seperti Open Network Lab. Anda dapat melihat daftar lengkap inkubator dan akselerator di Jepang.
Di sisi lain, masalah yang dihadapi startup Jepang cukup sulit: kultur yang berisiko rendah, harga sewa yang mahal, dan ekosistem yang kecil. Tapi terlepas dari hal ini, Jepang mendapat kesuksesan besar dan pemerintahnya sangat mendukung startup dengan membantu menyediakan inkubator yang jumlahnya sekitar 300 di seluruh negara ini.

3.      Beijing dan Shanghai, China
China mungkin mempunyai industri web yang mapan, tapi negara tersebut masih sulit dijamah untuk startup China. Tidak seperti Singapura, pemerintah China kurang mendukung ekosistem startup, dan terdapat banyak perusahaan web di sana yang dengan mudah dan cepat bisa meniru produk utama para startup. Bahkan, lebih besar kemungkinan startup Anda ditiru daripada diakuisisi. Saat ini, aplikasi pemesanan taksi sedang bermunculan – tapi kemudian otoritas mulai mengatur atau bahkan melarang aplikasi ini di beberapa kota. Apa lagi yang startup bisa lakukan? Tidak ada.
Sisi baiknya, ada ekosistem startup yang luar biasa mulai dari startup tahap ide hingga yang sudah memiliki pendanaan besar. Acara startup seperti Startup Weekend dan Barcamp sangat sering diselenggarakan di kota seperti Beijing, Shenzhen, dan Shanghai. Akan bagus jika kompetisi startup juga diselenggarakan (seperti TechCrunch Disrupt atau acara Startup Asia kami) untuk memberi startup lokal dorongan visibilitas, seperti dorongan finansial untuk pemenang. Acara tahunan GMIC Beijing sudah melakukan hal ini, tapi lebih banyak presentasi dan kompetisi tentunya akan semakin bagus.
Terkait pendanaan, banyak pihak yang tertarik untuk melakukan investasi di China. Bidang e-commerce tampaknya mendapat ketertarikan yang terbesar, dengan banyaknya perusahaan seperti Sequoia Ventures, GGV Capital, hingga Bluerun Ventures dari California tertarik pada e-store yang inovatif. Ranah sosial menjadi area yang paling sulit – sulit untuk dimonetasi tapi mudah untuk ditiru – bagi semua orang (kecuali beberapa orang yang beruntung). Dengan nilai e-commerce di China yang mencapai USD 177 miliar pada tahun 2013, tidak heran jika banyak startup yang ingin mencoba ranah bisnis negara ini.
Terkait inkubasi dan akselerasi, Innovation Works yang didirikan oleh Lee Kaifu adalah yang terbesar, dengan menginkubasi lebih dari 50 startup yang diperkirakan berharga senilai lebih dari USD 600 juta.
Innovation Works dapat memberikan pendanaan seri A dan juga pendanaan tahap awal. Selain itu, ada Tisiwi di Hangzhou, dan Chinaccelerator di Dalian.

            KESIMPULAN :
Di Negara Asia perkembangan teknologi sudah maju begitu pesat, dari ketiga Negara di Asia Singapura, Jepang dan China memiliki tingkat perkembangan teknologi yang berbeda. Di Negara Singapura mempunyai populasi kecil yaitu hanya lima juta orang, negara ini memiliki tingkat penetrasi internet, mobile, dan smartphone yang kuat, dengan memiliki ARPU sebesar USD 40, dan pasar e-commerce yang bernilai USD 2 miliar dan terus bertumbuh. Pada Negara Jepang, memiliki perusahaan besar seperti Hitachi, Sony, Fujitsu, and Panasonic muncul sebagai bintang baru telah berlalu, dan sekarang banyak muncul perusahaan baru seperti GREE, DeNA, dan Rakuten yang mulai berpengaruh dan bergerak secara global. Sedangkan di Negara China terdapat Bidang e-commerce yang  tampaknya mendapat ketertarikan yang terbesar, dengan banyaknya perusahaan seperti Sequoia Ventures, GGV Capital, hingga Bluerun Ventures dari California tertarik pada e-store yang inovatif.